Senandung Persahabatan
Andhika Rohmanadji namanya. Nama yang sangat berarti, karena seseorang tersebut adalah sahabat terbaikku. Diantara sahabat-sahabat yang lain, hanya Andhika yang mampu memecahkan rekor durasi persahabatan terlama di dalam hidupku. Kami telah berteman selama 14 tahun. Saat masih SD, kami memulai menjalin relasi sebagai teman, lambat laun hubungan kami kian erat, bahkan tak terasa kini kami telah memasuki ranah perkuliahan. Siapa yang menyangka persahabatan ini masih tetap terjaga. Kami menjalani berbagai musim kehidupan bersama-sama, baik suka maupun duka. Umur persahabatan kami membuktikan bahwa Andhika memiliki peranan yang penting di dalam kehidupan ini.
Andhika
memiliki berbagai ciri khas yang tidak semua orang miliki. Dia memiliki
penampilan fisik yang seringkali mampu menarik perhatian orang-orang di
sekitarnya, seperti wajah yang cukup tampan, perawakan yang gagah, postur tubuh
yang ideal, suara maskulin, dan mampu memberikan kharisma bagi siapa saja yang
melihatnya. Andhika adalah sosok yang populer! Ditengah itu semua, Andhika
memiliki karakter yang menarik di dalam dirinya. Aku mengenalnya sebagai sosok
yang kreatif, humoris, ekspresif, setia, teliti/suka memperhatikan
detail-detail yang seringkali tidak disadari orang lain. Tapi di samping
karakter-karakter tersebut, Andhika juga pribadi yang sensitif. Banyak kelemahan
dan kelebihan yang Andhika miliki, tentu aku tetap menerimanya sebagai sahabat,
karena hal-hal tersebut menjadikan Andhika memiliki keunikan tersendiri di
dalam dirinya.
Belasan
tahun bersahabat, tentu bukan hal yang mudah bagi kami. Di tengah berbagai kesibukan
yang melanda, terpisah di SMA, SMK, hingga perkuliahan, membuat kami terkadang
juga kehilangan banyak waktu untuk menghabiskan waktu bersama. Namun, hal tersebut
tak menjadi hambatan bagi kami dalam menjaga relasi. Kami masih sering membangun
komunikasi by chat untuk membahas banyak hal. Misalnya, ketika aku sangat
bingung ataupun tidak memiliki ide saat mengerjakan tugas, Andhika akan jadi
orang pertama yang menolongku. Pemikiran kreatifnya seringkali memberikanku
ide-ide yang out of the box. Mungkinkah hal tersebut dapat membantuku
dalam menyelesaikan tugas tersebut? Tentu saja, pemikirannya begitu unik dan
tidak semua orang dapat melakukannya. Aku dan Andhika juga seringkali menghabiskan
banyak waktu bersama di media sosial yang kami miliki, misalnya di Tiktok dan
Instagram. Sifat humoris dan recehnya membuat Andhika seringkali mengirimkan
berbagai postingan lucu maupun meme yang mengundang gelak tawa. Bahkan ditengah
waktu dan jarak yang memisahkan, kami masih dapat tertawa bersama-sama.
Persabahatan
yang sudah berlangsung selama 14 tahun menjadi bukti bahwa Andhika adalah sosok
yang setia, dia selalu apa adanya, dia tidak pernah berubah, dia selalu jadi Andhika
yang kukenal, sama seperti aku pertama kali mengenalnya saat kami masih sama-sama
berumur 7 tahun. Banyak orang mengatakan, bahwa kita tidak akan dapat bersahabat
dengan seorang lawan jenis dalam waktu yang lama, tentu akan ada yang menyimpan
rasa dan membuat persahabatan tersebut hancur. Siapa yang dapat menyangka, aku
dan Andhika membantah secara keras perspektif tersebut. Kami memiliki perasaan
yang murni sebagai seorang sahabat. Andhika tidak kupandang sebagai pria, namun
saudara yang selalu ada bagiku.
Peristiwa
yang paling menggambarkan karakter Andhika ialah ketika ia mencurahkan seluruh
isi hatinya, terutama ketika ia merasakan emosi negatif seperti perasaan takut,
bingung, khawatir, cemas, tidak percaya diri, dan sebagainya. Sangat melegakan
melihat tempat yang pertama kali Andhika
tuju ialah aku. Hal tersebut sebenarnya berkaitan dengan salah satu
karakternya, yaitu mudah sensitif. Misalnya, seperti perasaan tidak layak dan
tidak percaya diri setelah melihat orang yang nampak lebih menarik
penampilannya dibandingkan dengan dirinya. Momen tersebut terlihat ketika
Andhika memintaku untuk membantunya memilih pakaian apa yang akan ia
gunakan/beli. Biasanya Andhika akan mengirimkan banyak foto inspirasi fashion,
lalu menunjukkan foto dari pakaian yang akan ia gunakan ataupun beli, karena
kami sama-sama menyukai fashion, sebetulnya ini hal yang menyenangkan. Kami menghabiskan
waktu bersama untuk memadupadankan pakaian yang akan dikenakan oleh Andhika dan
hal tersebut mampu membangkitkan rasa percaya dirinya karena Andhika juga
percaya kepadaku.
Diantara
banyaknya kenangan yang kami miliki, aku sangat menyukai momen ketika kami akhirnya
dapat bertemu secara langsung untuk saling mencurahkan isi hati dan
membicarakan hal-hal random. Biasanya kami akan memilih cafe yang
tidak terlalu ramai dan nyaman dijadikan tempat untuk berbincang. Setelah
menghabiskan waktu beberapa jam, aku dan Andhika akan mengabadikan momen
tersebut lewat foto dan video. Aku sangat menikmati quality time ini bersama
Andhika.
Jika
ada yang bertanya, hal berkesan seperti apa yang kuterima ketika bersahabat
dengan Andhika? Aku akan menjawab ketika ia berhasil memberikan perasaan
optimis di dalam diriku. Sama seperti Andhika, seringkali aku mengalami
berbagai emosi negatif di dalam setiap pergumulan hidup, seperti merasa
khawatir, cemas, tidak percaya diri, takut, dan lain sebagainya. Tapi satu hal
yang Andhika selalu katakan kepadaku ialah, "Aku yakin kamu bisa de, dea
yang kukenal pasti bisa, semangat ya!". Andhika selalu berhasil meyakinkanku
dengan semua nasihat yang ia berikan. Semua emosi negatif yang kurasakan
langsung berubah menjadi positif. Dia berhasil meneguhkanku, ditengah banyaknya
teman yang dapat memberikan semangat, aku akui, tidak ada yang mampu
melakukannya sebaik Andhika. Ia selalu mendukung, memberikan masukan yang
positif, memberikan solusi atas permasalahan yang aku hadapi, dan siap hadir
untuk melihatku berani bertindak dengan keputusan yang tepat. Andhika
betul-betul seorang pendengar yang baik.
Jika
aku diberikan kesempatan untuk mengatakan sesuatu kepada Andhika, walaupun
mungkin ia tidak akan mendengar maupun mengetahuinya, aku ingin menyampaikan
hal ini, "Hai dhik, sungguh, aku berterima kasih atas setiap waktu yang
sudah kamu sediakan bagiku, bagi kita, bersama-sama. Aku berterima kasih karena
fakta bahwa kamu adalah sahabat terbaikku. Aku bersyukur bisa mengenalmu di
dalam hidupku. Aku harap, kamu akan tetap menjadi Andhika yang kukenal, sampai
kapanpun. Mari tetap bersahabat Andhika, aku mengasihimu."


.jpeg)
Komentar
Posting Komentar